🦈 Mengapa Allah Menjelma Menjadi Manusia

Agar anggota KTBK mengenal Yesus sebagai Allah yang Esa yang menjelma menjadi manusia dengan maksud menebus dosa manusia dan mengaruniakan hidup kekal. Dan, Ia memberi kuasa menjadi anak-anak Allah kepada mereka yang percaya dalam namaNya. TEKS. Yoh 1:1-18. INTRODUKSI Namun, hal itu tidak efektif di mata Allah karena sejak Perjanjian Lama pengorbanan itu sudah dilakukan tetapi manusia masih tetap jatuh dalam dosa. Artinya, manusia tetap menjadi tawanan dosa dan hamba iblis. Itu sebabnya, Yesus sendiri turun dari surga menjelma menjadi manusia yang tak bercacat. Namanya Yesus, Ia menjadikan diri-Nya sebagai Menurut mata iman saya mengenai keberadaan/ peran Yesus saat itu adalah harus Menjadi Manusia Suci/ /tanpa dosa sesuai dengan rencana besar Allah YHWH dalam penyelamatan seluruh manusia. Allah YHWH Sendiri adalah Firman Yang Hidup. Sekali lagi: Yesus adalah Firman Allah YHWH Yang telah Ada serta Menyatu dengan Allah YHWH Buku tersebut juga menjelaskan, kecepatan terbang malaikat bahkan bisa mencapai 50 kali kecepatan cahaya. Malaikat dengan kemampuan bergeraknya yang cepat lantas memiliki waktu yang panjang pula dibandingkan waktu manusia. Melalui surat Al Ma'arij ayat 4 dijelaskan, sehari bagi malaikat sama dengan 50 ribu tahun bagi manusia. 3. Dia adalah Allah yang menjelma menjadi manusia. Yesaya 9:5 - Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Sementara keselamatan level yang sejati yang datang dari Tuhan Yesus Kristus memberikan pembaharuan budi, pemulihan hati dan menciptakan manusia rohani yang baru. Yang pada akhirnya membuat seseorang memiliki pengalaman dan hubungan pribadi dengan Allah. Keselamatan Sejati ini akan terus bertumbuh dan berbuah seperti benih yang tertanam dan Karena itu Allah mewahyukan diri-Nya kepada manusia. Sebab Tuhan menghendaki agar manusia dapat mengenalNya lebih dalam dan “supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran” (1Tim 2:4). Ini diperoleh dengan mengenal Yesus Kristus, yang menjadi kepenuhan wahyu Allah itu sendiri (lih. Kol 2:9). Alasan mengapa “Allah menjadi manusia” dari sudut yang relasional yaitu: bahwa di dalam Kristus, Allah yang Mahatinggi secara hakiki berkenan menjadi sahabat bagi umat manusia. Sebab dalam keberdosaan dan kefanaannya, umat manusia berada dalam situasi yang terasing dan terbuang. Dalam Injil 3 Injil dituliskan demikian: “Eli, Eli, lama sabakhtani?”. Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (Mt 27:46; Mk 15:34; Lk 23:46). Untuk menelaah hal ini, kita perlu melihat bahwa sebagai Putera Allah yang menjelma menjadi manusia, Yesus adalah Tuhan dan juga adalah manusia. .

mengapa allah menjelma menjadi manusia